part IV

  1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
  2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
  3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
  4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
  5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
  6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
  7. Punya masalaha dengan amarah.
  8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
  9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
  10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
  11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
  12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
  13. Punya beberapa “Role model” Indigo.
  14. Punya intuisi yang kuat.
  15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
  16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
  17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
  18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
  19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
  20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
  21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.

part III

Indigo Child [ ii ]

Munculnya Species Manusia Baru Fenomena “Bocah Biru” belakangan ini menjadi perhatian para ilmuwan di Rusia. Majalah Journal Trust Rusia pada 8 Desember 2005 lalu melaporkan, berdasarkan penjelasan beberapa ilmuwan dari lembaga ilmu pengetahuan sosial Rusia, diyakini bahwa di atas bumi saat ini telah muncul suatu species “manusia baru” yang disebutnya sebagai “Bocah Biru”.

Para ilmuwan mengatakan mereka memiliki kekuatan supernormal, dapat melihat fenomena
ganjil, dan dapat meramal peristiwa yang akan terjadi.

Ciri khas mereka adalah berinteligensi tinggi, berintuisi tinggi, sangat sensitif dan lain-lain.
Dari gambar foto medan energi ditubuhnya ditemukan, warna biru yang mewakili kekuatan spiritual, tampak jelas sekali di tubuh mereka, sehingga disebut “Bocah Biru”. Atas hal ini, sejumlah besar ilmuwan masih belum percaya.

Menengok catatan kalender bangsa Maya kuno, disebutkan bahwa dari awal hingga akhir bumi terbagi menjadi 5 siklus matahari, masing-masing mewakili 5 kali bencana besar, yaitu bencana banjir dahsyat, ada yang berpendapat itu terjadi pada masa Nabi Nuh dengan perahu besarnya sebagaimana dikatakan dalam kitab Injil; bencana angin topan, bangunan-bangunan di seluruh dunia hancur tertiup angin topan; bencana hujan lebat, bumi mengalami bencana hujan lebat; bencana gempa bumi, bumi mengalami bencana gempa bumi dahsyat.

Keempat bencana ini sudah terbukti, sedangkan bencana yang ke-5 adalah “kiamat”, dan menurut perhitungan kalender Maya akan terjadi pada 22 Desember 2012. Saat itu matahari dan bumi membentuk satu garis lurus, persis seperti ujung panah menuju pusat galaksi. Dan dikatakan, bahwa orang-orang yang berkemampuan setaraf dengan “Bocah Biru” itu baru bisa selamat dari bencana tersebut, dan diramalkan mereka akan berperan besar.

================================================== ====

Penelitian di Rusia menunjukan bahwa sekitar 95 persen anak-anak yang lahir sejak 1994 tergolong “Bocah Biru”. Hal itu bisa dibuktikan melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh mereka.

Fungsi organ dalam anak-anak ini juga telah mengalami perubahan yakni sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali lipat dibanding orang pada umumnya, kebal terhadap penyakit, bahkan dapat melawan penyakit AIDS, dan DNA mereka juga tidak sama.

Para ilmuwan menduga, bahwa mungkin dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi, sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir, meskipun perkembangan proses ini lamban namun diyakini benar-benar sedang muncul.

Ciri khas psikologis dan perilaku “Bocah Indigo” ini sangat unik dan ganjil, sehingga dengan demikian, mereka perlu pola pendidikan yang baru. Tidak boleh mengabaikan permintaan mereka, jika tidak, mungkin dapat mengakibatkan inteligensi dan pikiran species “manusia baru” ini menjadi kacau. Mungkin mereka membuka sebuah perintis zaman yang baru, sesuatu yang masib belum kita ketahui.

Fenomena “Bocah biru” ini banyak terjadi di depan kita. Ada beberapa kasus kemunculan “Bocah Indigo” di beberapa negara. Misalnya, di Latvia, ada seorang gadis cilik yang cantik, ia suka menceritakan pemandangan dalam perjalanannya di tengah alam semesta pada tengah malam.

Saat ia berusia 5 tahun, ayahnya dengan terheran-heran mendapati dirinya mengetahui banyak pengetahuan tentang alam semesta. Meskipun ia tidak begitu percaya dengan ucapan anaknya, namun ketika ia memperbaiki mobil tuanya, selalu mendapat petunjuk dari gadis kecil itu.

“Saya tidak tahu bagaimana ia bisa mengetahuinya, tetapi ia selalu tahu bagian yang tidak beres dari mobil saya,” ujarnya.

================================================== =====

Borische Tipikal “Bocah Biru”
Di sebuah daerah di Rusia, pada 1997 lahir seorang bocah laki-laki yang tidak lazim. Saat ibunya melahirkan dipagi hari yang cerah, segalanya tampak sedikit ganjil. Ibunya mengatakan, “Semuanya terjadi begitu cepat, hingga saat saya belum merasakan sakit apapun, Boriska sudah lahir. Ketika suster memperlihatkan bayi itu kepada saya, bocah itu justru menatap saya dengan tatapan seorang ginekolog, namun, saya tahu bayi yang baru lahir tidak mungkin memusatkan perhatian pada hal apapun,” demikian pengakuan Nadezhda Kipriyanovich, ibu Boriska.

Saat ibu itu membawa Borische pulang ke rumah, diketahui anak ini semakin tidak seperti biasanya. Ia hampir tidak pernah menangis juga tidak pernah sakit, saat menginjak usia 8 bulan, ia sudah bisa mengucapkan kata-kata secara utuh, tidak ada kesalahan dalam hal pengucapan maupun tata bahasa. Begitu juga dalam memperlakukan mainan yang diberikan ayahnya, ia juga bisa menggunakan prinsip geometri dan secara tepat merakit kembali mainannya.

Saat Boris menginjak usia 2 tahun, ia mulai mencoret-coret beberapa benda dengan warna biru dan lembayung. Psikolog yang mendeteksi hasil corat-coretnya menyebutkan, mungkin ia sedang mencoba melukis suatu lingkaran cahaya yang ditebarkan manusia. Belum juga menginjak usia 3 tahun, ia sudah bisa menjelaskan sejumlah pengetahuan yang berhubungan dengan fenomena alam semesta kepada orang tuanya. Ibunya mengatakan, “Ia dapat menyebutkan semua nama planet dalam sistem tata surya, bahkan nama satelit buatan; bahkan bisa menghitung nama dan jumlah galaksi. Awalnya, saya merasa ini agak mengerikan, saya berpikir apa anak saya bermasalah dengan jiwanya. Namun, saya putuskan untuk memeriksa sejenak apakah nama-nama yang disebutkan itu benar atau tidak, dan setelah saya menemukan sejumlah buku astronomi, ternyata apa yang disebutkannya itu benar”.

Sehubungan dengan kemampuannya itu, Borische menjadi populer di kampung halamannya. Orang-orang sangat penasaran, bagaimana ia bisa mengetahui begitu banyak hal tentang astronomi. Borische bersedia menerangkan pada pengunjung tentang peradaban di luar alam semesta. Ia mengatakan bahwa manusia purba tingginya 3 meter lebih; bahkan kepada orang-orang ia meramalkan perubahan iklim di masa datang dan sejumlah perubahan di dunia. Setiap orang sangat tertarik mendengar hal- hal yang diceritakan si bocah, namun, tidak ada yang mau percaya dengan cerita-cerita ini.

Demi keamanan, orang tuanya memutuskan memberikan pembaptisan kepadanya, mereka beranggapan mungkin anak ini terpikat oleh roh jahat.

Tidak lama kemudian, Boriska kembali mulai menceritakan kejahatan yang dilakukan manusia. Ia bisa menarik seseorang yang berjalan di jalan raya, dan memintanya agar berhenti dan menjauhi narkotika, bahkan memberitahu pada laki-laki dewasa yang hilir mudik, agar jangan membohongi istri sendiri. Peramal cilik ini bahkan mengingatkan orang-orang mengenai bencana, wabah penyakit dan lain sebagainya yang akan segera tiba di dunia manusia, tindakan atau perilakunya yang ganjil ini membuat orang tuanya semakin bingung. Belakangan Nadezhda memperhatikan, sang anak kerap merasa menderita, bahkan ia juga dapat merasakan siksaan yang dialami anaknya. Ketika kapal selam nuklir Rusia Kursk tenggelam di dasar laut, seluruh badan Borische merasa sakit; ketika terjadi peristiwa penyanderaan anak-anak sekolah di Rusia belum lama ini, ia semakin menderita, bahkan beberapa hari itu ia menolak pergi ke sekolah. Ketika ditanya perasaannya atas peristiwa penyanderaan itu, ia mengatakan perasaannya seperti terbakar, sebab dia tahu akhir dari penyanderaan itu akan sangat tragis. Tetapi, terhadap masa depan Rusia dia merasa sangat optimis, “Kondisi negeri ini perlahan-lahan akan mengalami perbaikan, namun, segenap bumi mungkin akan mengalami 2 kali bencana yang
berhubungan dengan air pada tahun 2009-2013″.

“Kekuatan supranatural” atau Kelainan?

Ketika musim panas 2005 ini, para ilmuwan dari lembaga penelitian radio dan magnetis bumi dari akademi ilmu pengetahuan sosial Rusia berhasil menangkap lingkaran cahaya di tubuh Boriska.
Professor Vladislav Lugovenko mengatakan, “Ia memiliki spektrum energi yang berwarna biru tua, ini berarti bahwa ia adalah seorang yang bahagia dan berinteligensi tinggi. Kemampuan otak manusia yang paling unik adalah dapat menyimpan pengalaman, perasaan dan pikiran manusia serta sejumlah informasi alam semesta. Bahkan ada beberapa anak malah dapat melukiskan tentang ruang alam semesta.” Menurutnya, setiap orang bisa mengadakan hubungan atau kontak dengan cakrawala melalui saluran rohani.

Professor mengatakan di bawah bantuan alat khusus, tidak tertutup kemungkinan dapat mendeteksi sejumlah kekuatan supranatural manusia yang terpendam. Ilmuwan dari berbagai negara di dunia saat ini sedang melakukan penelitian secara luas, mencoba menyingkap rahasia kekuatan supranatural anak-anak. Ia menyatakan, “Jelas sekali Borris adalah salah satu contoh tipikal “Bocah Biru”, ia mengemban misi khusus yang mengubah planet kita.

Di China, India, Vietnam dan negara lain di dunia pernah melihat bocah seperti ini. Dan saya berani pastikan bahwa yang menciptakan peradaban baru di masa yang akan datang pastilah mereka.”

Namun, banyak juga ilmuwan yang bersikukuh dengan pendapat yang berbeda. Menurut dunia ilmu kedokteran, anak-anak ini mungkin menderita “gejala (penyakit) konsentrasi yang tidak terpusat”. Psikolog menyarankan, perbanyak mendengar suara anak-anak, supaya mereka merasa dapat diterima oleh kita, dengan demikian akan bisa secara efektif memecahkan masalah “bocah biru” ini. Seorang penganut mistisisme yang terkenal di Rusia, Drunwalo Melhisedek juga bersikukuh menganggap, bahwa kondisi seperti ini mungkin disebabkan gen anak-anak sekarang mengalami mutasi, sehingga menyebabkan reaksi khusus pada jiwa dan inteligensi anak-anak. “Ini mungkin suatu pancaran berbentuk gelombang yang terpancar dari tubuh kita sendiri, atau mungkin juga efek dari medan magnet bumi kita, jadi setiap orang bisa saja menjadi “bocah biru” demikian ujarnya.

Ciri Khas Mereka
Definisi “bocah Indigo”, dikutip dari sebuah buku “Indigo Child” yang ditulis bersama Lee Carrol dan Jan Tober. Dalam buku tersebut, ia menggunakan kata “biru tua” untuk melukiskan semua anak-anak baru yang memasuki bumi. Tetapi, bocah biru tua menampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda dengan sebagaian besar ketakjuban seperti sebelumnya. Mereka mempunyai keunikan yang sama, sehingga orang-orang yang saling berinteraksi dengan mereka perlu mengubah sikap
dan menyesuaikan pola pendidikan anak-anak ini. Berikut ini adalah 10 besar ciri khas “bocah Indigo” :

1.Mereka mempunyai bau keturunan raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya.

2.Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya”, dan akan merasa sangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian.

3.”Harga diri” bukan soal, mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”

4.Mereka tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah suatu hal yang sulit bagi mereka.

5.Terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas, ia merasa tidak terbiasa.

6.Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka dapat menemukan cara kerja yang lebih baik,
sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata tertib yang sudah berjalan.

7.Biasanya mereka introvert (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka.

8.Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi

9.Kemampuan “mata batin” mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa.

10.Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya.

Sumber:website Dajiyuan, 13 Desember 2005

Mengaku dari Planet Mars
Sebelumnya tabloid Era Baru pernah mengutip laporan Truth Report Rusia pada 12 Maret 2004 mengenai sosok Boriska. Disebutkan bahwa anak lelaki dari kawasan utara Rusia ini mengaku berasal dari Mars, bahkan memiliki bakat bawaan yang menakjubkan dan kepandaian yang luar biasa. Perjalanannya ke Bumi pun ditempuh dengan sulit dan jauh.

Dan yang lebih fantastis lagi adalah, bocah laki-laki ini bahkan secara hidup menceritakan tentang peradaban Martians yang tenggelam di dasar laut dalam legenda kuno manusia. Dan menurut penuturan bocah laki-laki ini, ketika ia tiba di bumi dari planet Mars persis mendarat di sana, dan memahami sekali kehidupan mahluk di sana. Menurut laporan, Boriska lahir di sebuah rumah sakit di pedesaan terpencil di kota kecil Rusia pada 11 Januari 1996. Secara permukaan terlihat
orang tuanya cukup bersahaja, lugu dan baik hati. Ibunya, Nadezhda adalah orang baik, seorang dokter kulit di sebuah rumah sakit umum. Sedangkan ayah sang bocah adalah seorang pensiunan perwira tentara.

“Tidak pernah ada orang yang mengajarinya tentang hal-hal itu, namun kadang kala ia melipat kaki dan duduk menyilang, bicara dengan tenang dan penuh keyakinan akan hal-hal yang misterius. Ia suka bicara tentang planet Mars, sistem planet, dan peradaban yang sangat jauh sekali. Kami benar-benar tidak berani percaya dengan pendengaran kami. Sejak usia 2 tahun, setiap hari ia seperti membaca kitab suci membicarakan tentang alam semesta, dan kisah dunia lainnya yang tak terhitung banyaknya juga tentang angkasa yang tiada batasnya,” demikian Nadezhda mengenangnya.

Sejak saat itulah, Boriska terus berkata pada orang tuanya, bahwa dulu ia tinggal di Mars. Ketika itu, ada sejenis manusia tinggal di planet Mars, oleh karena terjadi sebuah bencana dahsyat yang mematikan, lapisan atmosfer di atas planet Mars lenyap total, sehingga penduduk di atas planet Mars itu terpaksa harus hidup di kota bawah tanah. Dan sejak itu, ia sering keluar berdagang dan berkunjung ke bumi dengan tujuan mengadakan penelitian, lagi pula ia hanya seorang diri mengendarai pesawat antariksa. Dengan agak serius Boriska juga memrediksi dan
mengatakan, bahwa pada tahun 2009 akan terjadi bencana besar yang pertama kalinya di sebuah daratan di atas bumi, dan bencana kedua kalinya yang lebih menghancurkan lagi akan terjadi pada tahun 2013.

part II

Heboh Indigo Child

(Indera Keenam)

Tulisan Theresia Sujanti di “Suara Pembaruan Minggu” edisi 24 November 2002 melaporkan mengenai penemuan anak jenius yang IQ-nya membuat orang berdecak kagum. Bagaimana tidak? Bayangkan, di waktu anak-anak kita yang berusia lima tahun kadang-kadang untuk menulis nama saja masih kesulitan, anak jenius yang diberitakan itu sudah duduk di bangku universitas dan terlibat dialog seru dengan para profesor tentang ilmu fisika. Bukankah itu sesuatu yang luar biasa?

ISTIMEWA
AURA – Anak yang punya indera ke-enam mengeluarkan energisinar elektromagnetik atau aura disekitar tubuhnya.

Sebetulnya di Indonesia, khususnya di Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir banyak media massa yang mengulas tentang anak-anak Indonesia yang memiliki indera keenam atau disebut juga memiliki “mata ketiga”. Dalam bahasa populernya disebut indigo child atau sixth sense karena anak-anak tersebut punya ciri-ciri khusus yang agak berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Nanti kita akan melihat apa saja ciri-ciri tersebut.

Majalah remaja Hai tahun lalu sudah mengupas tentang indigo child lengkap dengan beberapa contoh anak-anak yang berhasil diwawancara termasuk beberapa artis remaja kita yang menceritakan suka duka punya karunia semacam itu karena ada sebagian orang yang menganggap kemampuan itu bukan sebagai karunia, tetapi sebagai masalah kutukan. Kenapa sampai itu terjadi begitu? Kita lihat ceritanya di bawah ini.

Berbeda dengan anak yang mendapat predikat jenius yang kemampuan otak mereka luar biasa pintar dan menjadikan mereka menonjol dalam prestasi belajar, dan selalu dipastikan selalu menduduki peringkat satu di kelas bahkan di angkatannya, anak-anak yang termasuk indigo child dalam kehidupan sehari-hari bisa terkesan biasa-biasa saja dalam segi prestasi, bahkan ada beberapa yang harus tinggal kelas.

Itu sebenarnya bukan berarti indigo child anak yang ber-IQ rendah, malah sebaliknya kalau diperiksa bahkan IQ mereka banyak yang sangat tinggi, setaraf, bahkan lebih dari, IQ anak jenius. Nah di mana masalahnya, kenapa mereka bisa berbeda. Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka.

Walaupun akhirnya kita melihat banyak juga anak indigo memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius.

Indigo Child
Seperti kita ketahui, manusia umumnya memunyai lima indera, tetapi apa sih yang dinamakan indera keenam, sampai lahir istilah itu. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak yang mendapat julukan tersebut dan diketahui memiliki indera keenam, Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan.

Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.

Dalam literatur kesehatan seperti yoga, prana, autohipnotis, meditasi dan sebagainya dikenal bahwa manusia selain mempunyai fisik yang bisa dilihat dan diraba juga mempunyai tubuh halus yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berbakat kewaskitaan, yaitu orang yang extra sensory perception (ESP)-nya berkembang dengan baik karena tubuh halus itu berbentuk energi sinar berada di bawah empat oktaf dari kemampuan mata kasat melihat.

Mata kasat sendiri hanya mampu melihat warna pelangi, yaitu dari ungu sampai merah. Sedangkan badan halus itu berada di bawah warna merah termasuk far infra red ray (FIR) dengan panjang gelombang sekitar 12-6 mikron, frekuensi 60-120 Hz, dan orang awam mengenalnya dengan sebutkan aura. Yaitu, sinar elektro-magnetik dari tubuh. Sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang berbentuk elips mengelilingi tubuh fisik, kualitas warna dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang.

Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP yang dikenal juga dengan istilah “mata ketiga”. Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station.

Di situ kita bisa melihat secara langsung di layar monitor energi sinar elektromagnetik atau aura itu bergerak membentuk selubung dari tubuh fisik sesuai dengan tingkatan kesehatan dan emosi seseorang yang diproyeksikan dengan warna. Nah, warna anak indigo sementara ini berdasarkan fakta yang terkumpul umumnya berwarna biru sampai violet sebagai dominasi dari aktifnya cakra keenam, yang juga disebut cakra “mata ketiga”.

Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya.

Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.

Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri yang dijabarkan sebagai berikut.

1. Cakra dasar warna energi merah bertanggung jawab untuk kesehatan tulang dan otot di tubuh fisik dan memberi energi pada semangat hidup seseorang.

2. Cakra kedua warna energi oranye bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada kemampuan berinteraksi dengan sesama.

3. Cakra ketiga warna energi kuning bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada ambisi seseorang baik positif maupun negatif.

4. Cakra keempat warna energi hijau bertanggung jawab pada semua organ yang berada dalam rongga dada dan memberi energi pada timbang rasa perasaan seseorang.

5. Cakra kelima warna energi biru bertanggung jawab pada organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, dan menulis.

6. Cakra keenam warna energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.

7. Cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.

Jadi, jelas bukan indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.

Umumnya orang yang berbakat sebagai indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun. Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain.

Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki orang yang dijuluki paranormal.

Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca “pikiran orang”, ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb.

Ada sebagian orang yang berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajam, bahkan jadi bisa memunyai keahlian-keahlian khusus, seperti jadi terapis/ pengobat dengan kemampuan khusus/tabib tanaman obat dan sebagainya.

Menangani Anak-anak Indigo
Umumnya anak Indigo berkepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dengan ukuran peringkat. Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya. Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil “sok tahu” atau kalau orang dewasa dicap sebagai orang sombonglah karena suka menganggap lawan berdialog “telmi” (telat mikir).

Anehnya apa yang mereka mau, umumnya akan didapatkan dengan mudah dan terkesan tidak masuk akal. Misalnya, anak indigo merengek pada mamanya minta kue kesukaannya, tetapi karena banyak hal sang mama tidak bisa memberinya, dia menangis sambil sesumbar kalau hari ini dia pasti mendapatkan kue tersebut dan dengan tegas dia katakan berulang-ulang pasti akan mendapatkannya!

Sang Mama hanya menghela napas di dalam batin berguman sendiri, yang mengatakan walaupun kamu menangis memangnya siapa yang mau memberikan kue kesukaanmu? Tetapi, apa yang terjadi, sore hari sang ayah pulang sambil membawa kue yang dinanti dan ayah mendapatkannya sebagai oleh-oleh dari seorang relasi yang berkunjung ke kantor. Nah kebetulan bukan!

Jadi, jangan menyepelekan tekad mereka untuk mendapatkan.
Indigo banyak yang memunyai kemampuan di luar nalar. Misalnya, dia bisa melihat dan berdialog dengan teman-teman di alam lain yang tidak bisa dilihat orang lain atau mendadak piknik keluarga yang sudah dirancang matang jauh hari sebelumnya hanya karena dia merasakan akan mendapat rintangan atau kecelakaan dalam perjalanan, jadi batal.

Nah itulah dilema bagi lingkungannya karena kalau intuisi sang indigo dipercaya, batallah piknik keluarga hanya karena perasaan yang tidak berdasar. Tetapi, kalau ditentang juga sudah ada rasa takut bahwa itu adalah firasat dan semua bisa saja terjadi. Akhirnya indigo juga dikecam sebagai “biang kerok” lah, bahkan ada yang menganggapnya sebagai orang sakit jiwa sampai-sampai diharuskan bahkan dipaksa untuk mau diterapi psikiater.

Ada seorang remaja datang menangis sambil bertutur bahwa dia bukan mengkhayal, atau gila seperti yang orangtuanya tuduhkan kepadanya. Yaitu bahwa dia betul-betul melihat makhluk-makhluk pengganggu yang selalu mendatanginya dan menyebabkan salah satu anggota keluarga tersebut sakit berat.

Dia katakan kenapa sering melempar barang-barang dalam kamar atau di ruang lain dalam rumah hanya karena dia melihat dan ingin mengusir makhluk-makhluk menyeramkan yang dilihatnya dengan lemparan tersebut, tetapi sang ibu yang merasa sebagai keluarga yang taat dalam beragama kalau sampai mempercayai hal-hal yang dituturkan anaknya adalah sesuatu yang memalukan.

Karena itu, sang ibu berkilah mana ada makhluk halus (setan) yang berani mengusik keluarganya, padahal mereka taat beribadah, rajin berdoa dan sebagainya. Akibatnya vonis yang dianggap tidak waras dan ditempatkannya “sementara” dia untuk dirawat di Klinik Rehabilitasi Jiwa di Jawa Timur. Katakanlah sungguh sangat beruntung kalau anak indigo lahir di tengah-tengah keluarga yang memang punya karunia itu atau paling tidak memahaminya, seperti ibu yang penulis kenal baik, sang ibu bertutur kalau dia dulu sering dimarahi, bahkan dipukul karena sang mama yang panik ketakutan karena diteriaki banyak makhluk kecil yang menyeramkan merambat di tubuh sang mamanya.

Sekarang anak tersebut sudah menjadi seorang ibu yang berputra-putri tiga orang dan semua seperti dirinya, putri terbesar memunyai ketajaman intuisi yang luar biasa sampai-sampai semua program yang dibuatnya hampir selalu gol. Misalnya masuk sekolah dengan uang bayaran yang jauh di bawah teman-temannya supaya uang yang diberikan ayahnya tersisa untuk membeli barang-barang khayalannya.

Anehnya, jumlah angka rupiahnya bisa persis yang dia rancang dan putri itu punya kharisma yang bisa membuat teman-teman mau membantu apa saja keperluannya mulai dari hal-hal sepele sampai hal-hal yang besar dan repot.

Putra kedua seperti ibunya melihat makhluk-makhluk halus berkeliaran dan membuatnya mendapat julukan “si penakut” karena selalu minta ditemani kalau masuk ruangan yang dia katakan makhluknya jail dan dia takut sendirian. Tetapi, karena sang ibu dulu juga mengalaminya, keadaan “lebih beres” daripada mempunyai ibu yang tidak melihat dan tidak percaya bahkan memvonis gila.

Putra ketiga memiliki intuisi tajam seperti kakak pertamanya dan suka menjadi mitra bersama ibunya untuk memprogram keinginan-keinginan mulai dari mendapatkan tempat parkir yang gampang di mal-mal yang ramai sampai mendapatkan barang-barang keperluan yang sulit didapat, sehingga bisa didapat dengan mudah karena hanya mereka berdua menyatukan pikiran untuk mendapatkannya. Tinggal sang ayah yang sering dibuat bengong dan sering diteriaki “uuh ayah telmi deh”.

Coba kita lihat di film-film barat bagaimana pihak kepolisian merekrut orang-orang indigo yang disebut juga cenayang untuk membantu mengungkap kejahatan yang pelik untuk diungkap secara nalar normal. Bahkan, ada sekolah-sekolah atau perkumpulan khusus untuk orang dengan bakat itu. Teman penulis mendapatkan gelar S3-nya dari Amerika untuk bakatnya itu dan merasa sangat bahagia karena toh sekarang dengan karunianya dia bisa membantu sesama dan memerlukannya.

Di Amerika, anak jenius yang ditulis oleh Ibu Theresia Sujanti tersebut langsung ditangani dan diangkat jadi aset negara.

Tetapi, di Indonesia perhatian untuk anak jenius saja masih tanda tanya, apalagi untuk anak indigo yang sering dicemooh “ada-ada saja”.

Nah, sangat disayangkan bukan, diharapkan ada yang mau memelopori dan mendanai untuk membuat klub khusus supaya mereka bisa menarik manfaat dari karunianya. Tidak sedikit anak indigo yang kebingungan dengan kemampuannya menjadi frustrasi dan akhirnya menempuh jalan yang salah dalam mengarungi hidup ini, seperti terjebak dalam pemakaian narkoba karena ingin menghilangkan apa saja yang mereka alami dari lingkungannya yang selalu mencemooh dan mengecapnya sebagai orang miring, anak kacau, anak pembangkang dan sebagainya.

Mungkin bagi orang yang tidak mengalami akan terus mencemooh, tetapi penulis yakin di Jakarta saja banyak orang yang masuk kategori indigo child, bahkan beberapa orang yang punya nama besar dengan keahliannya yang memadai, seperti seorang psikiater anak, psikologi, dokter, dosen, guru atau siapa saja yang mau memikirkan masa depan anak-anak, diharapkan untuk membantu mendirikan klab khusus untuk anak-anak itu, dan memberi pengarahan yang benar, agar keadaan anak indigo yang frustrasi tidak menimbulkan kejengkelan, kekacauan keluarga atau “keaiban keluarga” karena dianggap punya anak cacat, yaitu sakit jiwa sungguh memalukan.

Jangan menutup kemungkinan bahwa mereka semua bisa berguna bagi kepentingan umum dengan bakat-bakatnya. Setahu penulis untuk orang dewasa di Jakarta sudah ada klub metafisika yang mengadakan kegiatan berkumpul untuk berdiskusi di kalangan mereka sesama anggota dan diadakan sebulan sekali bertempat di suatu hotel di bilangan Jakarta Selatan, tetapi untuk anak sampai remaja sangat diharapkan dan dinantikan terwujudnya klab tersebut. Oke, siapa yang mau memulainya? Ditunggu lho!

part I

1. Telepati

Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain sering dihubungkan dengan cakra mata ketiga – cakra adalah semacam lubang hitam (black hole) pada jiwa kita – yang posisinya terletak di depan kepala (dahi). Enam kemampuan setelah ini juga mengandalkan kekuatan cakra ketiga.

Mata ketiga tersebut pada tubuh kita terletak di otak bagian depan. Secara fisik berupa ujung-ujung syaraf di kulit luar otak yang berperan sebagai sensor gelombang yang datang.

Setiap kali orang berpikir dan beremosi maka otak akan memancarkan gelombangnya. Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindra oleh sensor di otak orang indigo dan diolah di otak untuk diubah menjadi sebuah gambaran.

Kemampuan membaca pikiran dan perasaan – menangkap gelombang – dimiliki hampir semua orang Indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh – mengirim gelombang – hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.

2. Klervoyans

Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang. Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya. Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.

3. Prekognision

Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.

Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.

Cara pertama dilakukan dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentukl spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang. Anda bayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.

Karena arah putaran spiral dimensi waktu mengarah ke dalam dimensi ruang, maka pancaran gelombang yang dipancarkan sebuah peristiwa di masa lalu atau masa depan bukan berasal dari luar tubuh tapi dari dalam tubuh. Meskipun datangnya gelombang dari dalam tubuh diperlukan usaha lebih keras menangkap gelombang ini karena sifat dimensi waktu yang bisa melebar dan menyempit tak terbatas (tidak berhingga). Inilah yang disebut mengembara di dimensi waktu.

Namun di dalam dimensi waktu terdapat sebuah jalan pintas, yakni adanya dawai kosmik yang terletak memotong spiral waktu. Anda bayangkan sebuah lift yang memotong tegak lurus arah putaran tangga spiral tadi. Perjalanan dengan menggunakan lift pasti lebih cepat dibandingkan dengan menuruni tanggal berjalan berputar.

Pada prakteknya mengembara di dimensi waktu bagi seorang Indigo cukup dengan konsentrasi dan membayangkan suatu waktu (Tahun, bulan, tanggal, atau jam) tertentu – gambarannya bisa berupa kalender dan sebuah jam, dan melihat apa yang terjadi pada saat itu. Akan lebih mudah kalau ada orang / saksi yang diketahui terlibat pada peristiwa itu.

4. Retrokognision

Berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau. Yang dimaksud dengan kemampuan membuat peristiwa adalah menetapkan suatu kejadian di masa lampau dan itu berpengaruh kepada masa sekarang. Hal ini juga berhubungan dengan spiral dimensi waktu. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh orang Indigo karena jarang dipergunakan.

Yang umum dilakukan oleh orang Indigo adalah melihat kejadian di masa lalu untuk menjelaskan suatu keadaan yang ada di masa sekarang. Biasanya yang dicari adalah sebab-sebab suatu kejadian, siapakah orang-orang yang terlibat dan bagaimana proses terjadinya.

5. Mediumship

Orang Indigo mempunyai kemampuan untuk menggunakan ruhnya dan ruh orang atau makhluk lain sebagai medium. Orang Indigo mampu berkomunikasi dengan ruh untuk menggali informasi.

Ruh adalah gumpalan energi hidup yang berstruktur (badan, kepala dan anggota badan ruh). Ruh menyimpan kenangan seperti halnya tubuh manusia dengan otaknya. Kenangan yang direkam oleh ruh berasal dari pengetahuan dasar yang bersifat idealis (berasal dari Sang Sumber) dan sudah ada sebelumnya serta pengalaman yang bersifat realistis hasil perjalanan selama hidup bersama tubuh.

Melihat makhluk dan berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak terlihat tapi berada di dimensi kita termasuk dalam kemampuan ini.

6. Psikometri

Bermakna kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengani objek apa pun. Hal ini dimungkinkan karena setiap benda terdiri dari susunan atom yang membentuk molekul. Molekul pada benda padat, gas atau cair bergetar dan getarannya menghasilkan gelombang. Molekul dan atom itu juga dapat menyimpan rekaman suatu peristiwa. Rekaman ini bisa digali dan dibaca.

7. Sugesti hipnosis

Orang Indigo yang tidak belajar hipnosis bisa menghipnosis dengan kemampuan telepatinya. Walaupun proses sugestinya berjalan lamban namun bersifat permanen dan bisa diwariskan. Contoh adalah hasil sugesti hipnosis yang dilakukan orang-orang Indigo seperti para Rasul, Nabi, wali dan orang suci lainnya. Pengaruh mereka masih terus berbekas hingga sekarang.

8. Analitik

Kecerdasan (IQ) orang Indigo rata-rata di atas 120. Kelebihan dari orang biasa adalah kemampuan analisa data secara cepat, luas dan kontinyu. Data-data yang tersebar dan acak akan dikumpulkan dan saling dihubungkan dengan cepat. Sebuah kesimpulan atau jawaban atas sebuah pertanyaan atau permasalahan bisa diperoleh oleh seorang Indigo hanya dalam waktu beberapa detik, terutama yang berhubungan dengan analisa kejadian alam. Kemungkinan ini berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan proses di otak yang lebih besar dari orang umum.

9. Telekinetik

Telekinetik artinya menggerakkan benda dari jarak jauh. Pada umumnya berhubungan kuat dengan kemampuan telepati seperti sugesti hipnosis. Merubah perilaku orang lain dengan mengubah susunan genetik pada spiral DNA dan menggerakkan sel, kelenjar atau organ tubuh dalam sistem metabolisme tubuh. Kemampuan untuk menggerakkan benda dengan massa besar tidak umum dimiliki oleh orang-orang Indigo.

10.Komunikasi dengan Tuhan

Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Cakra ini pada orang Indigo berwarna ungu yang sangat kuat terutama pada saat terjadi koneksi dengan Sang Sumber. Hubungan dengan makhluk-makhluk suci seperti malaikat dan dimensi lain yang lebih tinggi, juga terjadi di cakra ini.

10 kemampuan tidak umum ini tidak semuanya dimiliki oleh semua orang Indigo. Namun apabila terus dilatih semua kemampuan akan bisa dimiliki karena pada dasarnya hal itu sudah ada pada setiap Indigo. Untuk orang yang bukan Indigo kemampuan ini juga bisa diperoleh dengan latihan keras dan disiplin, namun seringkali hambatannya juga sangat besar.

Kemampuan-kemampuan tersebut tidak lantas membuat orang Indigo berbuat semaunya dan melakukan kejahatan terhadap makhluk lain. Ingatlah ungkapan berikut ini : Kekuatan yang lebih menuntut tanggung jawab yang lebih pula. Salam damai.

Introduction to the chakras

What chakras are and their psychological properties

Chakras are centers of energy, located on the midline of the body. There are seven of them, and they govern our psychological properties. The chakras located on the lower part of our body are our instinctual side, the highest ones our mental side.

Chakras on the midline of the bodyThe chakras can have various levels of activity. When they’re “open,” they’re considered operative in a normal fashion.

Ideally, all chakras would contribute to our being. Our instincts would work together with our feelings and thinking. However, this is usually not the case. Some chakras are not open enough (being under-active), and to compensate, other chakras are over-active. The ideal state is where the chakras are balanced. To find out what the state of your chakras is, do the chakra test.

There exist lots of techniques to balance the chakras. Mostly techniques to open chakras are used. It makes no sense to try to make over-active chakras less active, as they are compensating for other chakras. To restore the compensation they’d be over-active again in no time. To stop them from compensating, the chakras they are compensating for must be opened. See the techniques to open chakras.

1 – Root chakra

The Root chakra is about being physically there and feeling at home in situations. If it is open, you feel grounded, stable and secure. You don’t unnecessarily distrust people. You feel present in the here and now and connected to your physical body. You feel you have sufficient territory.

If you tend to be fearful or nervous, your Root chakra is probably under-active. You’d easily feel unwelcome.

If this chakra is over-active, you may be very materialistic and greedy. You’re probably obsessed with being secure and resist change.

2 – Sacral chakra

The Sacral chakra is about feeling and sexuality. When it is open, your feelings flow freely, and are expressed without you being over-emotional. You are open to intimacy and you can be passionate and lively. You have no problems dealing with your sexuality.

If you tend to be stiff and unemotional or have a “poker face,” the Sacral chakra is under-active. You’re not very open to people.

If this chakra is over-active, you tend to be emotional all the time. You’ll feel emotionally attached to people and you can be very sexual.

3 – Navel chakra

The Navel chakra is about asserting yourself in a group. When it is open, you feel in control and you have sufficient self esteem.

When the Navel chakra is under-active, you tend to be passive and indecisive. You’re probably timid and don’t get what you want.

If this chakra is over-active, you are domineering and probably even aggressive.

4 – Heart chakra

The Heart chakra is about love, kindness and affection. When it is open, you are compassionate and friendly, and you work at harmonious relationships.

When your Heart chakra is under-active, you are cold and distant.

If this chakra is over-active, you are suffocating people with your love and your love probably has quite selfish reasons.

5 – Throat chakra

The Throat chakra is about self-expression and talking. When it is open, you have no problems expressing yourself, and you might be doing so as an artist.

When this chakra is under-active, you tend not to speak much, and you probably are introverted and shy. Not speaking the truth may block this chakra.

If this chakra is over-active, you tend to speak too much, usually to domineer and keep people at a distance. You’re a bad listener if this is the case.

6 – Third Eye chakra

The Third Eye chakra is about insight and visualization. When it is open, you have a good intuition. You may tend to fantasize.

If it is under-active, you’re not very good at thinking for yourself, and you may tend to rely on authorities. You may be rigid in your thinking, relying on beliefs too much. You might even get confused easily.

If this chakra is over-active, you may live in a world of fantasy too much. In excessive cases halucinations are possible.

7 – Crown chakra

The Crown chakra is about wisdom and being one with the world. When this chakra is open, you are unprejudiced and quite aware of the world and yourself.

If it is under-active, you’re not very aware of spirituality. You’re probably quite rigid in your thinking.

If this chakra is over-active, you are probably intellectualizing things too much. You may be addicted to spirituality and are probably ignoring your bodily needs.

The World’s Heaviest Man Weight Loss Story

Manuel Uribe The World's Heaviest Man Weight Loss StoriesManuel Uribe The World’s Heaviest Man Weight Loss Stories

One of the most heartwarming weight loss, health and diet stories that has been ongoing since January 2006 is the effort being undertaken by former half-ton man Manuel Uribe, aka “The World’s Heaviest Man,” to lose almost 1,000 pounds and save his life. Manuel Uribe Garza was born on June 11, 1965 – he’s a man from Monterrey, Nuevo León, Mexico, and was one of the heaviest people in medical history. After reaching a peak weight of around 597 kg (1,316 lb) and being unable to leave his bed since 2001, Uribe considerable lose weight with the help of doctors and nutritionists, and by following the Zone diet.

Uribe drew worldwide attention when he appeared on the Televisa television network in January 2006, but turned down offers for gastric surgery in Italy. In March 2007, Uribe set a goal to lower his weight to 120 kg (265 lb). He has also been featured on “World’s Heaviest Man”, a television documentary about his bedridden life and attempts to lose weight. By the end of 2008, Uribe had reduced his weight to 360 kg (800 lb). His weight loss efforts continue to this day.

-Taken from healthanddietsolutions.com =)

My First Post! Top 20 Most Obese People in the World

Further to this popular post, research suggests that morbid obesity is not just a phenomenon of current times.

The attributes the people in the following list have in common are their extreme level of obesity & the fact they are all deceased. The only British contender is a Mr G.Hopkins (at no.19) of Wales who lived in the 18th Century. He is said to have been brought to a London fair in a sturdy cart pulled by four teams of oxen, where an enterprising promoter displayed him in a stall alongside some prize hogs that were too fat to stand up.

The still living contender for the world’s most obese person is Manuel Uribe,  a Mexican. Although since then he claims to have lost 990 lbs or, around half a ton.

In times past, their condition would have been described as gluttony, particularly in Christian societies where it was one of the 7 Deadly Sins.

Nowadays, morbid obesity, also known as clinically severe obesity, is an abnormal obesity defined as the condition of having body weight over 100 lbs over an ideal body weight or having a body mass index (BMI) of 40 or higher. The causes of morbid obesity are not well understood though, it usually comes about as the result of several factors, including diet, environment, genetics, metabolism and mental health.

The list below was complied by Dimensions Magazine:

clip_image0011.

Carol Yager (1960 – 1994) of Flint, MI; 5 ft 7 in, estimated to have weighed more than 1600 lbs at her peak. She had been fat since childhood. In 1993, she was measured at 1189 lbs when admitted to Hurley Medical Center, suffering from cellulitis. She lost nearly 500 lbs on a 1200-calorie diet, but most of that weight was thought to be fluid, and she regained all of it and more soon after being discharged. Her teenage daughter, a boyfriend, and a group of volunteers helped take care of her. Despite extravagant promises by diet maven Richard Simmons and talk-show host Jerry Springer, Yager received little practical assistance in return for her media exposure (though Springer continues to profit from her appearance on his show, having rebroadcast that episode at least four times). She was refused further hospitalization on the grounds that her condition was not critical, despite massive water retention and signs of incipient kidney failure, and these problems led to her death a few weeks later.


clip_image001[5]2.

Jon Brower Minnoch (1941 – 1983) of Bainbridge Island, WA; 6 ft 1 in, estimated as weighing “probably more than” 1400 lbs in 1979, at which point it took 13 people just to roll him over in bed. Minnoch, like many of the heaviest people, suffered from massive edema: his weight was augmented by at least 900 lbs of fluid at its peak. The former taxi driver had always been unusually heavy, reaching 400 lbs in 1963, 700 lbs in 1966, and 975 lbs in 1976, but he claimed to have been in no way handicapped by his size until a 500-calorie diet sapped his muscle strength and left him at the brink of death. Subsequent hospitalization brought him down to 476 lbs in 1981, mostly through the loss of 12 to 14 pounds of fluid per week. He was readmitted later that year after regaining 200 lbs in seven days. Although physicians at University Hospital in Seattle persisted in treating him with a 1,200-calorie diet, he weighed about 800 lbs at the time of his death. Other details of his physical condition were withheld from the press. Minnoch was the father of two children by his 110-lb wife, Jeannette.


3.

clip_image003

Roselie Bradford (b. 1944) of Sellersville, PA; 5 ft 6 in, measured at 1053 lbs, but estimates that she weighed more than 1200 lbs at her peak two years earlier, a claim accepted by Guinness. Already over 300 lbs when she dropped out of college, Bradford became an exercise instructor, running seven miles three times a week, but continued her steady gain in weight. At 374 lbs she underwent an intestinal bypass operation, which caused serious complications. She was back to 350 lbs when she married her husband Bob in 1973, reached 500 lbs after the birth of her son, and as her body grew, so did her appetite. After contracting septicemia in the early 1980s, she spent most of the next decade in bed, eating – as much as 15,000 calories per day. It wasn’t unusual for her to put away three large pizzas in 40 minutes (washing them down with diet soda), then ask for dessert. At her peak, she measured eight feet wide, and took up two reinforced king-size beds. Her bustline measured over 100 inches, and her hips carried 200-lb “saddlebags” that hung down her thighs as far as her knees. “People would visit me and sit on the bed, not realizing they were sitting on part of me,” she recalled. When she fell out of bed, rescue workers used an inflatable cushion designed to right overturned cars to get her back into place. After being treated for symptoms of heart failure, she was eventually persuaded by Richard Simmons to embark on a five year diet, an experience she described as hellish. Tortured by hunger, by fast-food commercials, and by dreams in which she ate without limit, she nevertheless got down to under 300 pounds, setting a world’s record for weight loss. She later sued the Star tabloid for suggesting that she couldn’t have intimate relations with her husband at over half a ton.

__________________________________________________________________________________________________________________________________________

4.

clip_image004Michael Edelman (1964 – 1992) of Pomona, NY; Guinness listed him at 994 lbs, but his mother estimates that he weighed some 1200 lbs at his heaviest. He had already reached 154 lbs at age seven, and left school at ten because he could no longer fit into the desks. After that he spent most of his time in bed, or sharing massive meals with his 700-pound mom. Michael liked to start the day with four bowls of cereal, toast, waffles, cake, and a quart of soda, and end it with a whole pizza with the works for a bedtime snack. Mother and son tried every new diet that came along, “but after a few days, we’d reward ourselves with a chocolate cake. Then we’d call for a pizza and that would be it.” When the two were evicted from their Wesley Hills home in 1988, Michael had to be moved by forklift. After his exposure in the press, dozens of hospitals and diet promoters vied to get him in a weight-loss program, but Michael was determined to get thin on his own. He appeared in three different tabloids in one week when he publicly vowed to lose enough weight to consummate his relationship with 420-lb Brenda Burdle, but the couple grew apart when they both gained weight instead of losing it. After the sudden death of Walter Hudson (below), with whom he had formed a long-distance friendship, Michael developed a pathological fear of eating. He rapidly lost several hundred pounds, taking nourishment only when spoon fed. At about 600 lbs, he literally starved to death.


5.

clip_image005

Walter Hudson (1944? – 1991) of Hempstead, NY (born in Brooklyn, NY); 5 ft 10 in, measured at 1197 lbs (though the industrial scale broke in the process of weighing him). His chest was measured at 106 inches, his waist at 110. Hudson was discovered by the press in 1987, when he became wedged in the door of his bedroom and had to be cut free by rescue workers. An agoraphobic, he’d spent most of the past 27 years in bed. Hudson lived with his family, where his appetite was always indulged, and gave every indication that he was content with both his weight and his situation. “I just ate and enjoyed it,” he said. Despite his massive size, Newsday reported that he was extraordinarily healthy: his heart, lungs, and kidneys all functioned normally, while astonished doctors noted that his cholesterol and blood-sugar levels “showed the chemistry of a healthy 21-year-old.” Even so, activist-turned-nutritionist Dick Gregory managed to convince Hudson that losing weight was necessary to save his life. Gregory used Hudson to promote his Bahamian Diet, and claimed that his protegé lost at least 200 lbs (sometimes claiming as much as 800 lbs) under his care, but when Hudson refused to perform for the cameras on cue, Gregory summarily abandoned him. Other celebrities and diet promoters also claimed to have helped him lose massive amounts of weight, though Newsday noted that Hudson never seemed to look any thinner. (Gregory threatened to sue his rivals for $50 million.) Hudson himself gave conflicting stories, sometimes claiming to weigh as little as 480 lbs or as much as 1400. He only allowed himself to be weighed once. Hudson died in his sleep after years of intermittent starvation dieting, a few weeks after announcing wedding plans. His body was found to weigh 1125 lbs, and his massive coffin required twelve pallbearers.


6.

clip_image006Francis John Lang, aka Michael Walker (b. 1934) of Gibsonton, FL (born in Clinton, IA); 6 ft 2 in, believed to have reached a maximum weight of 1187 lbs. Lang had weighed only 150 lbs as a soldier in Korea. He blamed his masssive weight gain on prescription drug abuse, claiming that his narcotic of choice had the side effect of giving him an uncontrollable appetite. Though unable to walk (a handicap that kept more than one fat lady out of the side show), Lang found a unique way of capitalizing on his situation: he had a mobile home built with observation windows, and traveled the country putting himself on display at carnivals and fairs. Lying nearly nude on an oversize circular bed, he preached to the curious about the evils of drugs, using his own body as the moral lesson. His peak weight, claimed for him by Christian Farms of Killeen, TX, in the summer of 1971, was unverified, but Guiness Superlatives found photographic evidence to be reasonably conclusive. In early 1972 Lang was hospitalized in Houston for a suspected heart attack, at which time he was estimated to weigh between 900 and 1000 lbs. His symptoms proved to be caused by an inflamed gallbladder, probably aggravated by his weight loss, and the examining physician declared his heart to be “unusually normal.” By 1980, Lang had reportedly reduced to 369 lbs.


7.

Johnny Alee (1853 – 1887) of Carbon (now Carbonton) NC; said to have reached a maximum weight of 1132 lbs. Alee developed a ravenous appetite at the age of ten, and put on pounds so rapidly that by age 15 he could barely support his own weight. Grown men couldn’t get their arms around one of Alee’s thighs, and he could no longer squeeze through his own front door. Getting from his armchair to the dinner table, with plenty of help, was all the mobility he could manage. He was said to have died after falling through his cabin floor, and his postmortem weight was determined on the coal company scales. Guinness was never able to verify this story.


8.

clip_image007Robert Earl Hughes (1926 – 1958) of Monticello, MO (buried in Mt. Sterling, IL), 6 ft 1/2 in, weighed 1069 lbs in February, 1958. Hughes began life at a healthy 11 1/2 lbs, and progressed to 203 lbs at 6 years, 378 lbs at 10, 546 lbs at 13, 693 lbs at 18, and 947 at 27. His weight made him a national celebrity: even his custom-made blue jeans made news. At his peak, he claimed a chest girth of 124 inches and a 122-inch waistline. His untimely death was due to kidney failure following a bout with measles: unable to fit through the door of a hospital room, he’d been treated in a truck trailer parked outside. The story that he was buried in a packing case made for a grand piano is untrue. His coffin was built to order, and he was eulogized as a man whose heart was as big as his body. Life magazine called him a relatively light eater.


9.

Mohamed Naaman (b. 1946) of Kenya; 6 ft, a tabloid story says he attained a maximum weight of 1055 lbs, though he managed to reduce to a mere 770 lbs, with an 87 1/2 inch waistline. “I’ve had to learn to drink tea without milk,” he says. Naaman is the father of 21 children by five wives.


10.

Man, name withheld (ca. 1939 – ca. 1986), of New York State; just under 5 ft 7 in, 1050 lbs. His death was due to complications following a massive panniculectomy (”tummy tuck”) to remove fat tissue, performed at Long Island Jewish Medical Center, New Hyde Park, NY. His peak weight was determined by adding the weight of the tissue removed by the operation (104 lbs) to the patient’s postmortem weight of 946 lbs. According to his physicians, he was healthy when he checked in, and his “past [medical] history was unremarkable except for extraordinary weight all his life.”


11.

Carol Haffner (1936 – 1995) of Hollywood, FL; 1023 lbs. Haffner had been a regular at the Seminole Tribe Bingo parlor, where the operators bought a special chair to accomodate her girth. But after the death of her husband, depression and advancing weight kept her bedridden, and she spent her last five years in her trailer – leaving only once, with the assistance of a crew of firefighters, during a hurricane evacuation. Friends said she had been on the phone with talk shows and diet promoters, trying to finance a trip to a Boston- based obesity program, but she’d resisted hospitalization for her breathing difficulties, and died of heart failure two weeks after her 59th birthday.


clip_image008

12.

Mike Parteleno (b. 1958) of Struthers, OH; 6 ft (some sources say 6 ft 3 in), claimed a maximum of 1022 (or 1023) lbs while a spokesman for Dick Gregory’s Bahamian Diet. Prior to his association with Gregory, Parteleno claimed to weigh a mere 645 lbs, and was a popular favorite in belly-flop contests.


13.

Mills Darden (1798 – 1857) of North Carolina; 7 ft 6 in, 1020 lbs. Darden was an acromegalic giant. His wife, who bore him three (some sources say five) children before her death in 1837, weighed only 98 lbs.


14.

John Finnerty (b. 1952) of Amity Harbor, NY; 1012 lbs. He surfaced in the media only once, when firemen were called to take him to Brunswisk Hospital Center for treatment of bronchitis. “He was laying on a queen-size mattress, and rolls of fat just hung off both sides,” said the local fire chief. “He moved like a big bowl of Jello.” Finnerty was taken to the hospital on a flatbed truck, and was said to be responding well to treatment. His subsequent history is unreported.


15.

Jerry Currant (b. 1938) of Los Angeles, CA; 6 ft 2 in, “more than” 1000 lbs. According to the tabloids, Currant was a gourmet chef who kept his weight under 600 lbs until 1983, but then began gaining steadily. Weighed on a meat scale in 1987, he topped 976 lbs, but remained mobile until September of 1988. In 1989 he was diagnosed with colon cancer by a visiting doctor, and transferred to a hospital through a hole cut in his apartment wall. He claimed to have no interest in losing weight.


16.

Sylvanus “Hambone” Smith (1941 – 1997?) of Tifton, GA; 6 ft 2 1/2 in, aprox. 1000 lbs. Smith claimed to have weighed almost 16 lbs at birth, and 275 lbs by age 11. At his peak, he had a 103-in hip girth and 70-in thighs. He worked as a chef until his increasing weight left him confined to bed, then ran a pawnshop out of his home. Smith underwent a stomach-stapling operation in 1981 (at 602 lbs), served as a spokesman for Dick Gregory’s Bahamian Diet in 1987 (at 730 lbs), and was attempting yet another drastic weight loss program, sponsored by Geraldo Rivera, at the time of his death. He had also recently married 20-year-old Tammy Humphries, who weighed only 125 lbs. Smith was the father of one son and four daughters by a previous marriage. His children ranged in weight from 312 to 587 lbs at ages 22 to 30.


17.

David Ron High (1953 – 1996) of Brooklyn, NY; 5 ft 10 in, aprox. 1000 lbs. High was touted as Dick Gregory’s biggest success story in 1986, when he reduced from 823 lbs to 427 lbs on a year-long fast supplemented by fruits and vegetables. (He lost three inches in height as well, shrinking from a peak of 6 ft 1 in.) High had been fat since childhood, and claimed he used to eat just one meal a day – all day. “The pizza shop loved me,” he recalled. “I was a great customer – and they even named a pizza after me. It was the only pizza in the world with spaghetti on it!” A decade after his graduation from Gregory’s International Health Institute, a team of city firemen needed a hydraulic lift remove the ailing High from the Brooklyn apartment where he’d spent the last five years. He was taken to the obesity center at St. Luke’s-Roosevelt Hospital, where he died after less than a month on another weight-loss program.


18.

clip_image009Michael Hebranko (b. 1954) of Brooklyn, NY; 6 ft, “nearly” 1000 lbs. Hebranko weighed an average 8 1/2 lbs at birth, but weighed 350 lbs by the time he was 16. Hebranko says his appetite kept pace with his expanding size: “I had a dozen eggs, a loaf of fried bread and syrup for breakfast – then I really started eating.” He first came to public view as a spokesman for diet promoter Richard Simmons in 1989, claiming in infomercials and talk-show appearances that Simmons had helped him to go from 907 lbs to less than 200 lbs. In fact, Hebranko actually lost at least 50 lbs to a panniculectomy, and had additional fat tissue surgically removed from his arms, chest, and legs; he also suffered from severe edema, and had lost a great deal of water weight. In 1996, Hebranko made news again when he was taken to a hospital for treatment of a gangrenous infection. Rescue workers had to remove a bay window to make an opening big enough for his 110- inch waistline, and carried him in a stretcher designed for transporting killer whales. He had been unable to move from a loveseat in his home for the previous ten weeks, during which time he had added as much as 150 pounds to his already 850-pound physique, most of it fluid. Simmons tearfully vowed to slim him down again.


19.

G. Hopkins (late 18th century?) of Wales; 980 lbs. Hopkins was said to have been brought to a London fair in a sturdy cart pulled by four teams of oxen, where an enterprizing promoter displayed him in a stall alongside some prize hogs that were too fat to stand up. The enormous Welshman astonished the paying crowds as much by his appetite as by his unparalleled bulk. After one stupendous meal, though nearly stuffed to bursting, Hopkins tried to grab a tasty morsel that was just out of reach and toppled off his bench. He landed on a nursing sow, killing the poor animal, and flattening her piglets beneath him “like salted herrings.” It took fifteen sturdy men to hoist him back onto his seat, and then only with great difficulty, for his stomach was packed so full of food that the skin around his middle was stretched tighter than a drumhead, and no one could get a grip on it. Hopkins’ weight (measured on a steelyard built for weighing fully-loaded wagons) is variously reported: this presumably authoritative figure is taken from a 19th-century medical encyclopedia.


20.

clip_image010Denny Welch (b. 1960) of Hamilton, OH, 980 lbs. Welch achieved notoriety as a frequent guest on the Jerry Springer Show, first in his role as a female impersonator, and later (as his weight climbed to more than 800 lbs) as the fat man in Springer’s TV sideshow. In 1996, after Welch had been unable to leave his bed for four weeks, Springer paid to have a contractor remove a wall of Welch’s home and transport him to a Cincinnati hospital for weight reduction, recording the entire spectacle for broadcast. Welch lost about 200 pounds, but by the fall of 1997 he had regained it all and had developed heart and respiratory problems along the way, possibly as a result of his treatment with diet pills. In April 1998 he was back in the hospital, suffering from severe edema and congestive heart failure. His mother told the press that he now weighed 980 lbs., and “his body was so swollen, it looked like it was ready to burst.”

-Taken from Leatherhead Matters (thanx!)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.